Categories
Uncategorized

Rimbang , Budidaya dan Manfaatnya

Rimbang atau Takokak (Solanum torvum) atau Cepokak atau Terung Pipit adalah tumbuhan dari suku terung-terungan (Solanaceae) yang buah dan bijinya dipakai sebagai sayuran atau bumbu.

Takokak adalah tumbuhan semak kecil, yang tingginya dapat mencapai 5 m. Namun biasanya, kurang dari 2 m. Hampir semua bagian tumbuhan ini berduri, kecuali hanya buah yang ditutupi rambut.

Daunnya bulat telur dengan pangkal seperti jantung atau membulat, dengan ujung yang tumpul. Panjang daun 7–20 cm dan lebarnya 4–18 cm. Tangkai perbungaannya pendek, sering bercabang-cabang dan banyak bunganya. Bunganya berbentuk bintang berwarna putih, yang di tengahnya kuning. Buahnya berjenis buah buni, kecil, dan banyak.

Cara Budidaya Rimbang atau Tekokak

Persiapan Bibit Rimbang/Tekokak
Ambil buah tekokak yang telah matang, kemudian pisahkan bijinya. Selanjutnya biji tekokak tersebut disemai terlebih dahulu. Lakukan penyemaian biji tekokak ini seperti menyemai biji tomat, semai biji tekokak tersebut. Setelah tumbuh dengan ketinggian sekitar 10 cm atau telah berusia 1,5 bulan, bibit tekokak dapat dipindahkan ke lahan tanam.

Persiapan Lahan Tanam Rimbang/Tekokak
Lahan yang akan digunakan untuk menanam tekokak dibersihkan terlebih dahulu dari gulma atau tanaman pengganggu lainnya. Setelah itu geburkan tanah, jika lahan tersebut kurus maka perlu diberikan pupuk kandang dan jika lahan tersebut ternyata tandus maka perlu diberi pupuk buatan sebanyak 40 kg ZA, 80 kg DS. Selanjutnya buat lubang tanam dengan jarak tanam 70 x 80 cm.

Perawatan Budidaya Rimbang/Tekokak
Perawatan yang perlu dilakukan pada tanaman tekokak hanyalah pembersihan rumput liar maupun tanaman liar lainnya yang ada di sekitar tanaman tekokak.

Masa Panen Rimbang/Tekokak
Pemanenan tekokak dapat dilakukan setelah tanaman memasuki usia 3 bulan sejak tanaman tersebut ditanam. Buah tekokak yang bisa dipetik atau dipanen yaitu buah tekokak yang hampir tua, tak terlalu muda atau terlalu tua. Dalam 1 tahun, tanaman tekokak akan menghasilkan lebih dari 2 kg buah tekokak.

Kandungan nutrisi rimbang

Rimbang diperkaya oleh sejumlah zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Kandungan nutrisi tekokak meliputi:

  • Flavonoid
  • Asam fenolat
  • Asam askorbat
  • Karotenoid
  • Potasium
  • Vitamin A
  • Vitamin B1
  • Vitamin C

Sederet zat diatas memiliki fungsinya masing-masing yang baik untuk kesehatan, seperti dari antimikroba, antiinflamasi, hingga antioksidan.

Manfaat rimbang atau tekokak untuk kesehatan

Tak hanya nikmat dikonsumsi sebagai lalapan, rimbang juga memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, seperti:

Mencegah dan menangani anemia
Anemia defisiensi besi terjadi jika tubuh kekurangan zat besi. Buah tekokak berpotensi untuk mencegah dan menangani anemia defisiensi besi karena mengandung zat besi dalam kadar yang tinggi.

Hanya saja, zat besi dari tekokak dilaporkan tidak bisa diserap terlalu baik oleh tubuh. Dengan demikian, diperlukan riset lebih lanjut apakah tekokak bisa mencegah anemia atau tidak.

Biasanya, konsumsi tumbuhan sumber zat besi bisa diiringi dengan sumber vitamin C – karena vitamin C mengoptimalkan penyerapan zat besi dari makanan nabati. Namun, belum ada riset yang mendukung teori ini untuk tekokak. Selain itu tanaman ini juga memiliki kemampuan untuk meningkatkan limfosit, sel darah putih, serta dapat melindungi organ hati.

Menurunkan tekanan darah
Selain mencegah anemia, tekokak juga berpotensi untuk mengendalikan tekanan darah. Riset pada hewan yang dimuat dalam Journal of Ethnopharmacologymenemukan, tekokak dapat menurunkan tekanan darah dengan signifikan.

Rimbang juga mengandung senyawa unik yang memiliki sifat antioksidan dan anti-peradangan – seperti asam galat dan asam ferulat. Hanya saja, riset lanjutan pada manusia diperlukan untuk mengonfirmasikan manfaat tekokak ini.

Memelihara sistem imun
Buah rimbang dilaporkan memiliki sifat antimikroba dan kekuatan untuk melawan virus seperti herpes simplex. Dengan begitu, buah yang rasanya pahit ini pun berpotensi untuk melindungi sistem daya tahan tubuh.

Bahkan menariknya, sifat antimikroba tekokak disebutkan bermanfaat untuk menjaga kebersihan luka dan membantu memulihkan luka.

Perhatikan ini dalam mengonsumsi rimbang

Rimbang atau tekokak menjadi buah yang cukup mudah ditemukan di Indonesia. Walau buah ini dianggap aman untuk dikonsumsi menemani menu makanan Anda, masih sedikit data yang mengkaji batas aman konsumsi rimbang serta efek sampingnya.

Seperti sayuran nightshade lain, tekokak mengandung senyawa yang disebut glikoalkaloid. Glikoalkaloid yang dikonsumsi berlebihan dapat memicu efek samping pada pencernaan dan saraf, termasuk diare, pusing, sakit perut, mual, dan kebingungan.

Konsentrasi glikoalkaloid dalam tekokak atau tekokak cenderung berkurang seiring kematangan buah. Dengan demikian, konsumsi rimbang yang sudah matang disebutkan lebih aman dibandingkan rimbang yang mentah.

Apabila Anda memiliki riwayat sensitif terhadap sayuran nightshade, maka ada kemungkinan tubuh Anda juga sulit mencerna rimbang.\

Baca juga Disini

Sumber:
– https://id.wikipedia.org/wiki/Takokak
– https://www.faunadanflora.com/panduan-lengkap-cara-budidaya-rimbang-atau-takokak-bagi-pemula/
– https://www.sehatq.com/artikel/mirip-leunca-ternyata-rimbang-atau-tekokak-bermanfaat-turunkan-tekanan-darah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *